Kasih Sayang Yang Tulus


Seorang wanita yang menumpahkan isi hatinya ke dalam sebuah bukunya. Ditulis setelah ia baru saja menginjakkan kaki di gerbang pernikahan. Kebahagiaan yang meluap yang ia rasakan tumpah ke dalam tulisan-tulisannya yang indah.

Kelak,
Kursi bambu akan bersaksi di depan teras rumah
Secangkir teh manis yang aku suguhkan akan tersenyum ramah

Lewat tatapan dingin nan manja
Terucap syukur lewat pintu hati yang tak mampu lagi bisa ku eja

Kemarilah!
Ada satu hal yang ingin ku katakan

Aku tahu bahwa yang mendo’akanmu,
Yang menginginkanmu,
Bukan hanya aku

Tetapi, kesederhanaan hatimu, keyakinanmu,
Kau memilihku dengan niat karena Allah

Perlu ku sadari, bahwa do’a dan usahaku dulu
Tak sehebat dan tak sekuat do’a mereka yang menginginkanmu
Maka dengan jujur ku katakan
Terima kasih kau telah memilihku

Kini, kau sudah menjadi bagian dari diriku, begitupun sebaliknya
Bukan hanya aku yang selalu bersandar padamu,
Tapi, bersandarlah di pundakku juga jika lelah dan gelisah hatimu menghadapi dunia
Tumpahkan semua rasa itu padaku, berbagilah itu padaku
Agar aku dapat membuktikan pada semua orang
Tentang semua peranku dengan mengabdikan diriku padamu

Memilikimu adalah sesuatu hal yang tak lagi aku sia-siakan
Bagaimana mungkin aku mencari kebahagiaan yang masih ambigu dalam logikaku, sedangkan kebahagiaan yang nyata dalam perencanaan rabbku sudah membuatku seberuntung ini

Bayangkan jika senyummu saja membuat hatiku teduh
Tutur katamu membuatku patuh dan taat
Dan sabarmu menghadapiku membuatku luluh

Maka tidak ada kebahagiaan lain saat setelah kau memintaku untuk memilihmu
Sebagai satu pilihan dari sekian jutaan pasang mata yang pernah kau cari
Dan mungkin mencuri perhatian dan kasih sayangmu

Jika kau adalah takdirku yang nyata dan kau membuatku patuh dan taat serta mendekatkanku pada rabbku?
Maka tak ada lagi pencarian yang sempurna

Terima kasih kau telah memilihku untuk menjadi teman hidupmu
Katakan padaku jika saat bersamaku nanti ada sesuatu hal yang tak kau senangi dariku
Atau ada sesuatu hal yang tak sesuai dengan apa yang kau inginkan


Teruslah disampingku
Genggam erat tanganku
Didiklah aku menuju jannahNya, dan
Terima kasih kau telah memilihku...

Adiba, itulah namanya. Betapa bersyukurnya ia mendapatkan seorang suami yang orang lain tak ada, namun ada pada dirinya. Setelah melalui beberapa rintangan, ujian sebelum menuju gerbang pernikahan, akhirnya kebahagiaan itu datang pada waktunya, dan indah pada waktunya. Ia menulis kalimat itu dengan sangat senangnya, dan terharunya mendapatkan suami yang menurutnya memang ini yang terbaik dan hadiah yang allah pilihkan untuknya.

Mau tau kisah selanjutnya tentang adiba???nantikan di tulisan berikutnya.. tunggu aja yaa.... :) :)

0 komentar