Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Pelarian Saya dari Kepenatan Rutinitas Kerja

 Sudah menjadi fitrah manusia akan mengalami yang namanya suntuk, penat dan jenuh dari kegiatan sehari-hari.



Siapapun orangnya, apapun profesinya, saya rasa pada suatu ketika akan mengalami hal-hal seperti di atas.



Sekalipun kita sangat menyukai dan mencintai suatu pekerjaan,


Kalau pekerjaan itu dilakukan secara terus menerus, pada akhirnya akan mengalami yang namanya penat juga.



Untuk mengatasi kepenatan dan kejenuhan dari rutinitas sehari-hari, setiap orang tentu saja berbeda.



Karena setiap individu mempunyai kecendrungan masing-masing.



Ada yang merokok, mengopi, bernyanyi, bermain musik dan lain sebagainya.



Dalam hal ini, kalau saya dihinggapi kepenatan dan kejenuhan dari rutinitas sehari-hari biasanya sejanak saya beristirahat atau berpaling dari pekerjaan ke:

1. Shalat Dhuha dan membaca 1, 2, ayat Al Quraan,

Dengan melakukan hal tersebut, fikiran saya baru bisa refress, terlebih Mesjid menjanjikan ketenangan tersendiri bagi siapa saja yang berdiam di dalamnya,

2. Kalau saya sudah merasa penat, saya malah membuka Laptop,

Melalui laptop ini saya bisa mencurahkan kepenatan dan rasa suntuk menjadi sebuah tulisan, yang mungkin kata orang tidak karuan.

Tapi, bagi saya menulis merupakan ekspresi suara hati.

3. Menengok dan memantau pertumbuhan tanaman,

Ketika jemari saya menyentuh pucuk-pucuk dedaunan yang mulai tumbuh, rasanya kepenatan dan stres yang saya rasakan bisa larut bersama keteduhan dan kelembutan tanaman yang saya pelihara.


Ya, kita bisa jadi memiliki kebiasaan yang berbeda, tapi untuk saat ini ke-3 kegiatan itulah yang bisa membuat fikiran saya kembali menjadi fress.

4 komentar untuk "3 Pelarian Saya dari Kepenatan Rutinitas Kerja"

  1. Kalau saya lagi suntuk, biasanya mencari udara segara di luar apartemen. Biasanya, udara terbuka dan sinar matahari sudah cukup melumerkan kepenatan itu. Apalagi kalau disertai olah raga kecil, seperti jalan kaki atau lari. Sekarang saya lagi memperbaiki sepeda saya, jadi nanti kalau sudah selesai ada lagi alternatif olah raga.

    Kalau cuma bisa di dalam rumah saja, misalnya karena hujan (Jakarta sudah mulai hujan), paling saya cuma bisa main game di ponsel. Kalau buka laptop agak ribet karena pasti akan direcokin oleh bocah di rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmm, mencari udara segar di bawah sinar matahari emang asyik, apalagi berteduh di bawah rindangnya pepohonan.
      Kalau jalan kaki, pagi-sore saya jalan kaki dari Kosan ke kantor.
      Kalau Bersepeda . . . :(

      Hapus
    2. Dekat ya, jarak dari kos ke kantor?
      Ingin juga bia menikmati pergi-pulang kantor dengan berjalan kaki, tapi kantor saya jaraknya 30km dari apartemen. Jadi naik sepeda motor adalah pilihan yang paling pas sejauh ini buat saya.

      Hapus
    3. hamdallah cukup dekat. gak nyampai 1km

      Hapus

Berlangganan via Email